Penyanyi sekaligus musisi berbakat Assalova Schissandra merilis album perdana bertajuk Romansa. Langkah Assalova Schissandra disebut sangat berani karena merilis album di masa pandemi. “Saya ingin lagu lagu saya yang tematis bermuara menjadi sebuah album utuh, dengan tema yang bertautan,” kata pengagum Isyana Sarasvati ini.

Ia juga mendapat dukungan dari musisi sekaliber Yovie Widianto. karena dukungan itu membuatnya percaya diri merilis album. "Mas Yovie yang kasih aku semangat untuk terus berkarya meskipun situasinya sedang sulit seperti sekarang ini," lanjut gadis 22 tahun tersebut. Sebelum dirilis album tersebut, Assalova Schissandra sengaja mengirim materi kepada Yovie Widianto untuk dinilai.

"Dia bilang musiknya melodius sekali," ucap Assa yang membuatnya bersemangat merilis album perdananya. Album “Romansa” berawal dari trilogy yang dirilisnya tahun 2020 yaitu “Jalan Cerita”, “Fajar”, “Langit dan Senja”. Saat ini “Jalan Cerita” melenggang menjadi lagu yang cukup banyak didengar di streaming.

Ketika Assa memutuskan menjilidnya menjadi sebuah album, ada tambahan enam lagu baru, yaitu “Romansa”, “Hiduplah Bersamaku”, “Hello Stranger”, “Grow”, “Terima Kasih” dan “Harapanku” yang belum lama ini juga sudah diputar serentak di 100 Radio di seluruh Indonesia. Gadis lulusan program studi pendidikan musik di Universitas Negeri Yogyakarta ini membuat komposisi dan aransemennya secara mandiri. Sedangkan proses produksinya Assa dibantu musisi muda, di antaranya Budi Buds, Andrea Bayu, Didi Permadi, Rizki Rajasa, Novrico Twetinar, Robbi Setiyoko, M. Sinang Nur Arifin, Flavianus Kristanto, Abita Wisnu, Adyatmaka Jati, Dwipa Hanggana Pratala, dan lainnya.

Enam dari sembilan lagu adalah karya Assalova sendiri. Sedangkan lagu lainnya merupakan komposisi dari Andy Djatmiko, ayah Assalova. Ada pula sumbangsih temannya, yakni Robbi Setiyoko dan M. Sinang Nur Arifin. Adiknya, Neivania Vivell, juga menyumbang dua lirik lagu. "Album ‘Romansa’ adalah salah satu hal terbaik yang terjadi di hidup saya. Saya merintis semuanya dari titik nol," ucapnya.

Selain sudah merilisnya dalam seluruh kanal musik digital, Assalova juga membuat rilisan album fisik sepesial, yaitu berupa boxset yang elegan. Album ini menyuguhkan lagu yang berkaitan dengan romansa cinta dan kehidupan. Tentang seseorang yang awalnya merasa paling tahu tentang cinta, merasa cinta itu indah dan mudah. "Sampai pada satu titik kenyataan, bahwa cinta belum tentu menyatukan dua manusia,” kata Assalova.

Bukan hanya itu, Lagu ‘Harapanku’ yang sekarang ini diputar serentak pada 100 radio di seluruh Indonesia, merupakan karya Assa di tengah pandemi Covid 19. “Stok lirik lagu itu banyak, berasal dari kisah kisah pribadi sendiri. Kalau sedang muncul ide lirik, langsung saya tulis, takutnya lupa. Atau terkadang muncul ide untuk melodinya terlebih dahulu, langsung saya rekam dengan HP. Bahkan curhatan dari orang juga bisa menjadi lirik lagu,” tuturnya. Untuk lagunya yang terakhir ini, diselesaikan Assa selama lima bulan.

Melalui HP ia berkirim nada nada dengan teman di Yogyakarta. Untuk masukan ataupun editing juga balik dikirim melalui HP. “Pandemi Covid 19 ini tidak harus membuat kita berdiam diri tanpa melakukan apapun, meskipun aktivitas di luar rumah dibatasi, jadi tetaplah terus menggali ide, inspirasi dengan semua keterbatasan ini. Karena walaupun aktivitas fisik terbatas, namun otak kita tetap bisa kemana mana,” kata gadis lulusan prodi Musik ini. Dalam kesempatan yang sama, Seno M Hardjo selaku BOD dari AMI Award menyatakan apresiasinya atas lagu Assalova.

Menurutnya, lagu Assalova demikian melodius dan layak buat dinikmati diharapkan mampu memikat hati masyarakat khususnya gen milenial saat ini. "Dengan lirik lagu yang naratif, musiknya berbusana orchestra. Light dan kekinian, karena tema lirik lagunya juga merupakan ‘doa’ bagi New Comer seperti Assa : “Harapanku” bisa duduk manis dalam ranah Musik Indonesia. Musiknya juga simple, ballads. Vokal Assalova selain ditimbang merdu, juga memiliki keistimewaan bisa menyanyi dengan teknik yang baik, ketika memperagakan vokal biasa dan Falsetto," ujar Seno M Hardjo. Dukungan terhadap Assalova juga diberikan oleh Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Sadewo bahkan sudah terlebih dahulu turut mempromosikan lagu Assalova melalui media sosialnya.

“Assalova ini tidak hanya penyanyi saja, tetapi ia juga menciptakan lagunya sendiri dan membuat melodinya sendiri juga, jadi satu paket yang komplit. Sebagai orang Banyumas, kita semua harus mendukung penyanyi berbakat ini,” ucap Sadewo. Album ini menjadi istimewa, karena Assalova selain menyanyi juga menulis lagu, ikut mengaransemen dan menjadi pemikir utama lahirnya album ini. Selain peran besar ayahandanya, Andy Djatmiko yang menjadi eksekutif produser dan ikut terlibat menulis lagu dan menjadi gitaris di beberapa lagu.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *