Fungsi Utama Angel Investor Untuk Pendanaan Startup

Fungsi Utama Angel Investor Untuk Pendanaan Startup

Angel Investor untuk pendanaan startup tentu sangat berguna karena merupakan institusi nasional yang melakukan investasi dalam jangka pendek dan jangka panjang untuk memperoleh keuntungan. Istilah ini sering didengar dalam dunia keuangan karena merupakan seorang pemodal terbaik.

Apa saja fungsi utama angel Investor untuk pendanaan startup?

  1. Fungsi Utama Investor

Pada umumnya investor perorangan adalah lembaga yang melakukan investasi dalam jangka panjang ataupun jangka pendek. Pemodal juga mempunyai dua jenis yakni investor besar dan investor kecil seperti misalnya menanamkan investasi pada industri properti dan Bursa Efek.

Tentu lain halnya dengan pemodal kecil dan pada umumnya mempunyai produk investasi karena menyala kecil seperti Reksadana dan emas. Angel Investor untuk pendanaan startup adalah investor yang mempunyai akses dalam pemodal atau seseorang yang menanamkan modal.

Investor ini bisa menjual sekuritas atau beberapa saham dengan mengambil keuntungan harga saat beli dan saat jual. Adapun margin dari harga tersebut akan menjadi keuntungan si penanam modal ini karena banyak sekali jenis-jenis investor yang memang harus diketahui bersama.

  1. Jenis Investor

Investor aktif merupakan jenis yang melakukan transaksi pada bursa saham yang mana secara aktif dan rutin. Berupa penjualan dan pembelian saham karena pemodal jenis ini harus mempunyai manajer investasi sendiri untuk melakukan pemantauan pada portofolio yang dimiliki.

Contoh kecilnya adalah investor saham yang harus melakukan pengawasan kepada setiap pergerakan yang terjadi di pasar modal dan seorang investor tidak bisa memprediksi pasar. Tentu harus mempunyai manajer investasi yang mampu dan cermat membaca data harga saham.

Selanjutnya adalah investor pasif yang berkebalikan dengan investor aktif karena tidak terlibat langsung dalam pengambilan keputusan. Instrumen yang dipilih juga merupakan instrumen jangka panjang yang mampu menghasilkan keuntungan dengan nilai yang lebih tinggi.

Umumnya tidak berburu laba dalam jangka waktu ikan karena mempunyai profil risiko defensif dan konservatif. Serta menanamkan saham atau investasi secara pasif karena Resiko yang diambil juga cenderung kecil sehingga lebih memudahkan Anda yang tidak memantau investasi.

Selanjutnya adalah investor strategis yang merupakan orang pintar dengan melihat kondisi pasar yang tengah berlangsung serta bisnis apa yang menguntungkan. Investasi start up yang sedang menjadi incaran bagi penanam uang untuk berinvestasi lantaran dinilai sebagai prospek menjanjikan.

Pada umumnya investor strategis hanya ingin melakukan investasi pada sektor yang strategis karena prospeknya lebih menguntungkan dan berani. Contohnya adalah perusahaan startup yang berbasis digital dan mempunyai prospek yang sangat menjanjikan untuk masa depan.

Selanjutnya adalah investor keuangan yang paling umum berada di ekosistem startup, cenderung memilih investasi pada dua sektor karena punya potensi imbal hasil dengan berkali-kali lipat dibanding dengan nilai investasi yang telah diberikan pada umumnya.

Bekerjasama dengan investor ini akan menuntun  kita untuk memudahkan langkah perusahaan untuk likuiditasnya. Bahkan perlu diketahui bahwa target melantai di bursa efek akan semakin terbuka lebar sekali karena investor keuangan ini.

Selanjutnya adalah investor sosial yang merupakan salah satu orang yang menanamkan investasi untuk kepentingan sosial misalnya di bidang pendidikan atau kesehatan serta pengembangan penelitian. Walau bukan perkara yang mudah karena imbal hasilnya belum tentu berlipat ganda.

Saat anda ingin menjadi seorang investor maka anda harus menentukan jenis investasi yang akan dilakukan terlebih dahulu. Tentunya harus mempertimbangkan profil resiko yang menggambarkan karakter investor secara umumnya saat melakukan investasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.