Seluruh umat Muslim tengah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan mulai hari ini, Selasa (13/4/2021). Biasanya di bulan puasa umat Muslim juga melaksanakan sholat tarawih di malam hari setelah sholat isya. Dalam rangkaian sholat tarawih, juga ada sholat witir yang dilakukan di akhir sholat.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah, bolehkah melanjutkan sholat witir di rumah setelah melakukan sholat tarawih di masjid? Lalu adakah perbedaan pelaksanaan sholat witir jika dilakukan di rumah dan di masjid? Rektor IAIN Ponorogo, Dr. Hj Evi Muafiah, M.Ag, mengatakan tata cara pelaksanaan sholat witir di rumah dan di masjid tidak memiliki perbedaan.

Namun terdapat dua pendapat tentang pelaksanaan sholat witir secara berjamaah. Pertama, jika ingin melaksanakan sholat malam, maka diperbolehkan untuk melakukan sholat witir di rumah setelah sholat malam. Sholat malam di antaranya, sholat tahajud, sholat istikharah, dan sholat hajat.

Kedua, jika tidak akan melaksanakan sholat malam, maka bisa melakukan sholat witir di masjid setelah sholat tarawih. Keduanya boleh dilakukan, tergantung niat dari masing masing. "Jadi mau sholat witir dulu kemudian tetep menambahkan sholat sunah sebelum sahur, dalam hal ini adalah sholat tahajud dan sebagainya itu boleh."

Menurut Evi, jika dirumah melakukan sholat tarawih sendiri, maka lebih baik sholat witirnya dilakukan nanti setelah melakukan sholat malam. Tiap Muslim bebas memilih kapan dan dimana melakukan sholat witir. Asal dilakukan di malam hari, setelah sholat isya hingga terbit matahari.

Karena sebenarnya sholat witir adalah penutup dari rangkaian sholat malam. "Dirumah pun demikian, nah menurut saya kalau di rumah dilakukan sendirian maka sholat witirnya ditunda nanti aja setelah melakukan sholat tahajud." "Pilih saja yang mana, karena memang sebagian pendapat mengatakan bahwa sholat witir adalah penutup dari rangkaian sholat malam," sambungnya.

Dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah yang ditulis oleh Ustaz M Syukron Maksum, sholat witir adalah salah satu sholat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Untuk pelaksanaannya yakni di malam hari, setelah sholat isya hingga terbit matahari. Sesuai namanya, witir berarti ganjil, sehingga jumlah rakaatnya pun berjumlah ganjil.

Paling sedikit satu rakaat, kemudian 3, 5, 7, 9 atau 11 rakaat. Bagi yang ingin mengerjakan sholat witir hingga 11 rakaat maka diperbolehkan untuk mengerjakannya dua rakaat untuk sekali salam. Dilansir , berikut ini adalah bacaan niat sholat witir:

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa Artinya: “Saya niat sholat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah ta’alaa”

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa Artinya: “Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa”.

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kirim pertanyaan Anda ke

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *