Pemerintah berencana melakukan pembukaan sekolah atau penerapan pembelajaran tatap muka pada semua jenjang secara bertahap. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri mengatakan pembukaan sekolah ini dilakukan setelah para guru mendapatkan vaksin Covid 19. Pembukaan sekolah, menurut Jumeri, bakal dilakukan hanya untuk 50 persen siswa dalam satu kelas.

Jumeri mengatakan sistem pembelajaran akan menggunakan kombinasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Meskipun baru maksimal 50 persen, seminggu dua hari belajar, kombinasi PJJ," ungkap Jumeri. Pihak sekolah juga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Serta menerapkan protokol kesehatan pada semua jenjang pada daerah yang sudah memungkinkan," pungkas Jumeri. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan vaksinasi untuk guru akan rampung pada Juni 2021. Vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan telah dimulai pada Rabu (24/2/2021). Jokowi menargetkan pada bulan Juli, pembelajaran tatap muka kembali bisa digelar.

"Sehingga di bulan Juli saat mulai ajaran baru, semuanya bisa berjalan normal kembali, saya kira targetnya itu," kata Jokowi di SMAN 70 Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021). Hal senada diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Menurut Nadiem, jika target vaksinasi untuk guru tercapai, maka proses belajar tatap muka di sekolah bagi siswa bisa terlaksana pada Juli 2021.

"Kami ingin memastikan guru dan tenaga kependidikan sudah selesai vaksinasi di akhir Juni. Sehingga di Juli sudah melakukan proses belajar tatap muka di sekolah," ucap Nadiem. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *